Membatik Massal

Jakarta – 1.500 orang berkumpul membuat kelompok-kelompok kecil. Mereka mengerubungi kompor kecil dengan wajan kecil yang berisi malam. Satu persatu, canting di celupkan ke malam yang telah mencair.

Tiba-tiba saja, kompor itupun terbakar. “Api-api,” teriak sekelompok pembatik di lokasi batik massal di Sevilla School, Pulo Mas Jakarta Timur, Sabtu, (24/10/2009).

Tak berapa lama, pemadam kebakaran kecil langsung disemprotkan. Api padam, lantas merekapun kembali mengerubungi kompor untuk membatik lagi. “Ha..ha…asyik ya membatik itu,” kata Stella (29), karyawan swasta yang sehari-hari berkecimpung di dunia IT ini.

Membatik massal ini diikuti dari semua umur, dari anak TK hingga usia dewasa. Mereka membatik di atas kain putih yang telah digambar dulu dengan pensil. “Ini pertama kali. Mengasyikkan,” kata Grace (9), salah seorang siswa Sevilla School.

Akibat banyaknya pembatik amatir, tak ayal, 150 meter, 30 kg malam, 1.732 canting dan 300 wajan digunakan. Wajah riang, senang, serius, teliti, dan telaten terpancar dari muka-muka pembatik.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kecintaan kami terhadap batik sekaligus upaya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda sebagai warisan budaya yang telah diakui dunia,” ujar Presdir Sevilla International School, Sudhamek AWS saat membuka acara membatik massal.

Bangga deh jadi warga Indonesia. Apalagi acara ini bisa sampai memecahkan rekor muri.

http://www.detiknews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: